Hal yang pertama kali kutatap saat membuka mata adalah wajah Adio yang menatap lurus padaku. Lalu sesaat dia tersentak. Setelah itu ia keluar melalui pintu yang ada di samping kanan pandanganku. Tak lama, Adio datang kembali dengan seorang lelaki paruh baya dengan snellinya. Lalu dia mengeluarkan stethoscopenya dan memeriksaku kemudian tersenyum pada Adio. "Adik kamu sudah gak papa. Setelah satu kali pemeriksaan lagi sudah boleh pulang." Laki-laki itu berbicara dan aku menatap Adio yang mendengarkannya dengan seksama. "Terimakasih, Prof." Lelaki paruh baya itu menepuk sekilas pundak Adio kemudian keluar setelah mengangguk. Mataku mengamati keadaan sekitarnya. Setelah diperiksa oleh dokter tadi aku sadar kini aku berada di rumah sakit. Seketika aku mengingat apa yang kulakukan terakhir

