Nayra dengan mata yang mengantuk mengipasi Afnan yang sekarang sudah tanpak lebih tenang, “Afnan apa aku sudah boleh tidur aku mengantuk sekali,”ucap Nayra dengan mata yang sudah lima wat. “Nanti lanjutkan aku masih belum tidur dengan nyenyak kalau kau sudah lihat aku tidur dengan lelap kau boleh berhenti,” sahut Afnan dengan seenak jidadnya. Ingin sekali rasnya Nayra mendorong Afnan dari sini biar sekalian jatuh, kesal sekali Nayra dibuatnya, astaga rasanya matanya sudah tidak bisa lagi dikondisikan. Tanpa sadar Nayra sudah sampai alam mimpi mendahului Afnan. Afnan yang tidak lagi merasakan angin menerpa tubuhnya, merasa kesal, “Nayra kenapa berhenti aku belum tidur cepat lanjutkan lagi!” titah Afnan namun tidak juga direspon oleh Nayra. Afnan dengan kekesalan yang diubun-ubun membuka

