Afnan memandangi kertas yang tadi ditaruh oleh Valery, sekelebat bayangan kenangan antara dirinya dan Aliya berputar didalam otaknya. Haruskah dia memaafkan kesalahan Aliya dan menyelamatkan wanita itu, atau dia biarkan saja dan hidup seperti biasanya. Tanpa Afnan sadari dia mengambil kertas itu dan mulai membaca alamatnya, ini adalah perumahan elite Afnan sangat tahu alamat ini, apa jika Aliya tinggal bersama dengan Aldo itu berarti mereka berdua sudah menikah?. Afnan pandangi kertas itu, dia memejamkan matanya lalu membukanya kembali, Afnan berdiri dan mengambil jasnya lalu melangkahkan kakinya keluar. “Tuan.. anda mau kemana?” tanya Riko. “Aku ada urusan cancel semua jadwalku hari ini Riko,” ucap Afnan yang tampaknya terburu-buru. “Tapi tuan..” belum sempat Riko menyelesaikan ucap

