“Sekarang kita kerumah sakit dulu ya, kita obati luka-luka mu ini,” ucap Afnan sambil memegang memar diwajah Aliya. Aliya mengangguk dan mengecup telapak tangan Afnan, dengan tatapan bahagianya akhirnya dia bisa kembali lagi pada Afnan. Nayra yang sudah jam empat lewat masih saja belum dijemput oleh Afnan mulai gusar dikantornya, karena tidak biasanya Afnan belum sampai di butik. “Aku telpon saja lah,” Nayra mengambil ponselnya dan mulai menghubungi Afnan. “Ada apa,” jawab Afnan dengan ketus seolah tidak suka Nayra menghubungi dirinya. “Kau sedang sibuk ya,” ucap Nayra, yang menebak jika dia menghubungi Afnan disaat yang tidak tepat. “Ck.. tidak usah basa-basi katakan saja ada apa aku sedang sibuk.” “Baiklah.. kalau kau sedang sibuk, aku hanya ingin bertanya tadinya kenapa kau belum

