Nayra yang sudah selesai membereskan pakaiannya langsung membawanya keluar, dia melihat Aliya masih berada didepan pintu dengan gaya sombongnya. “Permisi..” ucap Nayra seolah tidak merasa takut dengan Aliya. “Heh.. wanita rendahan sepertimu mau mencoba merebut Afnan dariku,” remeh Aliya. Nayra yang tampaknya tidak terima diejek langsung berbalik dan menatap Aliya dengan garang, “Maaf.. tolong diralat, aku tidak pernah mau merebut Afnan dari siapapun.” “Dan.. kau, aku tidak tahu sebenarnya masa lalumu dengan Afnan, tapi aku pikir pasti terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan bukan sampai Afnan memilih diriku untuk menjadi istrinya,” balas Nayra yang membuat Aliya menatapnya dengan kesal. “Kau..” tunjuk Aliya yang dengan cepat Nayra menepisnya. “Dengar nona.. siapa tadi.. ck siapapun n

