Afnan keluar dari dalam kamarnya dalam keadaan sudah rapih lengkap setelan kantornya, tidak seperti biasanya Nayra yang melayaninya sekarang dia harus mengurus pakaiannya sendiri. Afnan menuju meja makan dan melihat ada makanan kesukaannya di atas meja makan. “Haiii.. sayang kau sudah selesai.. lihat aku memasak makanan kesukaanmu,” ucap Aliya dengan senyum cerahnya. “Oh.. terima kasih ya,” sahut Afnan yang merasa biasa saja. Dia malah menengok kesana kemari mencari Nayra, “Kau tidak melihat Nayra,” tanya Afnan pada Aliya. Wajah Aliya langsung berubah menjadi masam, “Kenapa kau malah tanya dirinya?” “Maksudku bukan begitu.. aku hanya belum melihat dirinya, bagaimanapun dia masih berstatus sebagai istriku.” “Lalu kapan kau akan menceraikan dirinya?” “Benar kapan kau akan menceraika

