Takut Ketahuan

1168 Kata

Seharian Nayra tidak bisa fokus bekerja, dia hanya melamun tidak mendesain apapun. Bahkan Nayra meminta pada pekerjanya untuk tidak mengganggu dirinya. “Kenapa dia masih belum membicarakan perceraian dengan diriku.. semakin lama aku bersama dengan dirinya, maka hatiku akan semakin terluka,” ucap Nayra sendirian. Nayra yan prustasi menelungkupkan wajahnya diatas meja. Dret.. dret.. dret..dering telpon mengagetkan Nayra, “Astaga buat aku kaget saja,” kesal Nayra langsung mengangkat panggilannya tanpa melihat siapa yang menelpon dirinya. “Hallo..” sapa Nayra dengan nada malas. “Hallo kak Nay.. ini aku Keyra.” “Oh ya ampun.. maaf Key aku tidak lihat siapa yang menelpon.” “Ada apa Key,” tanya Nayra sudah merubah nada bicaranya leih ramah dari tadi. “Kak aku sudah ada didepan apartemen..

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN