“Ck… aku tidak suka kau bekerja dirumah.” “Kali ini kau aku maafkan tapi lain kali sampai aku melihat dirimu memegang pekerjaan, akan aku bakar semua desain yang kau buat.” ancam Afnan. Mendengar ancaman Afnan Nayra langsung menutup buku sketsanya, “Kau ini sedikit-sedikit mengancam, tidak asik sekali.” “Nayra..” panggil Afnan dengan pelan. “APA..” Jawab Nayra ketus. “Pijat kepalaku,” perintah Afnan yang sekarang menyandarkan kepalanya disandaran kasur sambil memejamkan kepalanya. Melihat Afnan yang sepertinya sedang banyak masalah Nayra tidak membantah dia mendekat dan mulai memijat kepala Afnan. Afnan yang merasakan kepalanya dipijat membuka mata lalu merubah posisi dengan tidur diatas paha Nayra sebagai bantalnya. “Apa dikantor ada masalah?” tanya Nayra. Sejak dia datang kekant

