“Nayra.. Nayra,” ucap Afnan sambil menepuk pipi Nayra pelan. Tapi lama Afnan melakukannya mata Nayra tidak juga terbuka bahkan merespon sentuhan Afnan pun tidak. Dengan ligat Afnan mengambil ponselnya dan menghubungi dokter yang kebetulan adalah orang yang dia kenal. “Mariska datanglah ke apartemenku yang baru aku akan mengirimkan alamatnya kepadamu,” ucap Afnan dengan terburu tidak lagi menunggu balasan dari Mariska langsung menutup panggilannya. Afnan langsung memakaikan pakaian pada Nayra, tubuh Nayra begitu dingin membuat Afnan sedikit ketakutan. “Astaga Nayra kenapa harus sakit begini,” omel Afnan yang menyelimuti tubuh Nayra dan mematikan AC agar tubuh Nayra tidak kedinginan lagi. Sembari menunggu Mariska Afnan mencoba memeluk tubuh Nayra menyalurkan kehangatan dari tubuhnya, b

