Tidak membutuhkan waktu lama masakan Afnan sudah jadi dari aroma dan bentuknya jauh berbeda dengan yang Nayra siapkan tadi, mencium aromanya saja sudah membuat Nayra tergugah untuk mencicipinya. Nayra mengambil sendok dan hendak mencoba masakan Afnan, pukk.. “Jangan jorok ambil piring,” titah Afnan yang memang tidak suka segalanya tidak higienis. “Dasar maniak kebersihan, padahal kan sendok ini bersih aku kan hanya ingin mencicipinya sedikit saja,” gumam Nayra kecil. “Apa kau bilang apa,” tanya Afnan yang hanya mendengar samar-samar suara Nayra. “Ahahaha.. tidak aku mengatakan piringmu ini sangat cantik, kau beli dimana ya perasaanku aku baru pertama kali melihat piring secantik ini.” Afnan menatap Nayra dengan bingung, “Kau ini selain bodoh ternyata juga aneh, piring itu banyak dijua

