Afnan sebenarnya saat ini sangat banyak pekerjaan tetapi lihatlah dia sekarang ada didepan pintu rumah Nayra hanya untuk membujuk ayah Nayra untuk tida membayar hutang padanya lagi. Afnan sudah jengah Nayra memakai senjata itu untuk melawannya dari kemarin, Afnan harus bisa membuktikan bahwa dia mampu membujuk ayah Nayra agar gadis itu bisa berada dibawah kendalinya. Tok.. tok.. tok, sudah berulang kali Afnan mengetuk pintu didepannya tetapi tidak juga ada orang yang menyahut dari dalam, “Sepertinya rumah ini kosong, kemana ayahnya Nayra, bukankah dia pengangguran jadi tidak mungkin jika tidak dirumah.” Seperti maling Afnan mengintip rumah Nayra melalui celah-celah yang ada, “Sepertinya memang tidak ada orang didalam.” “Kak Afnan..” “Oh astaga..” Afnan terperanjat karena suara Rio yan

