Afnan bangun dari tidurnya dan melihat kesekeliling kamar yang tertata dengan rapih, “Pintar juga dia membereskan barang, baguslah setidaknya hidupnya ada gunanya untukku.” Afnan keluar dari kamarnya, karena perutnya yang sudah kelaparan, melihat jam didinding Afnan merasa maklum, ternyata ini sudah malam, pantas saja perutnya meminta hak nya. Tidak sengaja Afnan melihat Nayra yang tertidur diatas sofa, langkah kaki Afnan langsung menghampiri Nayra dan menatap wajah polos Nayra tanpa menggunakan kaca matanya. “Ternyata wanita ini cantik juga,” gumam Afnan yang tidak sadar sudah tersenyum lembut menatap Nayra. Astaga apa yang aku pikirkan, ingat Afnan dia adalah gadis yang saat ini sedang kau benci karena sikapnya yang tida mau menuruti perintahmu. “Heii bangun pemalas,” Afnan membangu

