Terjadi keheningan diruangan itu, Afnan yang diberikan pertanyaan masih belum mau membuka mulutnya untuk menjawab. “Jadi..” ucap Nayra menggantung yang ingin tahu apakah Afnan juga kecanduan terhadap film-film seperti itu. “Itu bukan milikku, Leon yang membawanya kemari, aku belum pernah menontonnya sama sekali,” jawab Afnan dengan jujur. Nayra menatap wajah Afnan mencari kebohongan dari sana, tapi syukurlah Afnan berkata dengan jujur membuat Nayra menghembuskan nafasnya lega. “Syukurlah, jangan pernah menonton film begitu itu tidak bagus untuk otak,” nasehat Nayra yang dengan sepontan Afnan menganggukkan kepalanya seperti anak kecil. Namun sedetik kemudian Afnan sadar kenapa terlihat sekarang Nayra mulai mengatur-ngatur hidupnya begini, bukankah harusnya dialah yang mengatur hidup Na

