Zee boleh kembali ke rumah. Kabar yang sangat indah didengar sebenarnya, tapi entah kenapa Zee tidak merespons apa pun. Sejak ia berada di rumah sakit, hanya Aldan yang ia percaya untuk menemaninya. Sementara yang lain, Zee merasa jika mereka adalah Elvan si penjahat kelΔmin. Demi Tuhan, Zee sangat takut. Aldan menoleh pada Virna dan suami dari perempuan itu. "Dia akan tinggal bersama kalian?" Virna mengangguk. "Ya. Itu yang terbaik. Kami berharap, kamu akan sering datang menjenguknya nanti." Aldan mengangguk. "Tentu." Virna mendekat pada Aldan di mana di belakangnya Zee berdiri sembari memegang lengan lelaki itu dengan kuat. "Zee, Sayang. Kita pulang. Mulai sekarang kamu tinggal sama kakak, ya." Bukannya mengangguk sebagai jawaban, Virna malah mendapat amukan. "Pembunuh!" teri

