Aldan menyeret kursi hingga ke depan Elvan yang tertunduk lemah. Jangan tanya kondisi lelaki itu, sangat memprihatinkan. Namun, Aldan tidak akan membiarkan Elvan mati secepat itu. Blum Aldan menyiram Elvan menggunakan air yang sudah dicampur garam. Air yang sudah disediakan olehnya sebelum mendatangi Elvan yang tertidur. "Akh!" teriak Elvan saat air garam itu mendarat pada wajahnya yang terluka. "Sialan lo!" Aldan mengerjap mendengar makian yang sudah Elvan lontarkan berkali-kali padanya. "Hai, apa kabar?" Aldan malah mengejek dengan menanyakan kabar. "Lebih baik?" Seraya menarik rambut Elvan ke atas agar lelaki itu menengadah padanya. "Gimana rasanya?" tanya Aldan lagi. "Akan gue bunuh lo sialan!" teriak Elvan. Aldan terkekeh. "Silakan! Gue mempersilakan lo sejak lama untuk membu

