Setelah mendapatkan telepon dari orang tuanya Ibram, Aldan langsung ke rumah Zafran untuk berunding sedikit dengan masalah yang dihadapi olehnya secara tiba-tiba. Di sisi lain ia ingin sekali ke Bali bukan karena tidak pernah ke sana. Ia sering melalang buana ke Kota yang digandrungi oleh wisatawan itu, tapi pergi bersama Zee adalah hal yang baru dan sangat ia nantikan. Apalagi Zafran rela membiayai liburan sekaligus tugas pekerjaan kantor dengan dan tanpa meminta ganti rugi. Namun, di sisi lain, Aldan juga ingin ke Singapura untuk melihat kondisi Ibram. Meskipun ia tidak menyukai orang tua dari Ibram, tapi baginya melihat keadaan sang sahabat adalah hal terpenting. Bagaimana jika kondisi Ibram yang kritis itu adalah hari terakhir? Ia ingin mengatakan banyak hal kepada sahabatnya termas

