Seminggu sudah Zee tidak bertemu dengan Aldan sejak kejadian Aldan yang tidak kembali ke rumah Zee bersama obat pereda rasa perih luka akibat tersiram air panas. Seminggu juga Aldan tidak berusaha memberi penjelasan kenapa bisa tidak kembali malah berada di rumah sakit bersama Kanaya. Keduanya seolah tidak saling peduli padahal hati seorang Zee teriris sembilu. Lantas apa luka akan tetap menetap di sana? Zee bangkit dari posisinya di mana ia tengkurap di lantai di mana sebuah majalah dan juga koran berserak di depannya. Pulpen yang berada di tangan ia mainkan dengan cara diputar-putar bahkan sesekali ia gigit ujungnya. "Oke, sudahi dulu, Zee. Lo butuh asupan gizi." Segera berjalan menuju dapur. Seperti biasa ia memasak mi instan untuk mengganjal perutnya. Jangan tanya sebanyak apa

