(special part Orion-Aurelia-Zee) “Kenapa, sih, tiap kita jumpa itu, lo selalu dalam masalah gitu?” Aurelia menatap tanpa berkedip kepada Orion. Senyum penuh keramahan tercipta di bibir tipis itu. Orion melirik sekilas pada Aurelia. Benar apa yang dikatakan perempuan itu, mereka selalu bertemu di waktu yang tidak tepat. Sebenarnya, ada rasa syukur di hati Orion karena dengan datangnya Aurelia yang tidak diduga bisa menyelamatkan dirinya dari pemikiran bod0h. Namun, ia tetap ingin mengakhiri segalanya. “Gue hanya ingin mengakhiri segalanya. Hanya ada satu cara untuk itu, ya … bunuh diri!” “Kenapa masalah harus diselesaikan dengan bunuh diri? Lo kira masalah lo akan berakhir?” Aurelia mengeluarkan permen tangkai dari saku jaketnya. Lalu menyodorkan ke Orion. “Mengakhiri hidup bukan berart

