"Lo?" Mata Zee melotot tajam. Menghela napas kasar saat tahu orang yang ada di depannya adalah Alex Wang. Ada apa? Pertanyaan pertama terlintas di otak Zee. Kenapa dia bisa tahu alamat rumah gue? Pertanyaan kedua yang membayangi pikiran Zee. "Zee. Maaf jika aku mengganggu kamu." Zee mengernyitkan keningnya. "Ada apa?" Alex mengembuskan napas panjang lalu mimik wajahnya berubah menjadi sendu. Tampak ada.kesedihan mendalam di sana yang ia sembunyikan rapat, tapi tetap tercium juga. "M-Meychan." "Ada apa dengan Meychan?" tanya Zee penasaran. Entah kenapa ia merasa jika Meychan dalam bahaya. Misalnya, kondisi anak itu semakin kritis atau lebih parahnya sudah tidak bernyawa lagi. Bukan niat hati Zee mendoakan yang buruk. Namun, kemungkinan itu ada dan besar. Kenapa bisa? Setah

