Elvan memutar knop pintu lalu dengan pelan membuka pintu bercat cokelat tua itu. Sebelum masuk ke dalam, Elvan mengubah ekspresi wajahnya yang penuh amarah menjadi tersenyum manis. Setiap hari ia akan datang ke sana. Ke mana lagi kalau bukan ke rumah sakit untuk menemani seseorang dan menghabiskan waktunya di tempat yang baunya selalu menyengat alias bau obat-obatan. Apakah dirinya seorang dokter? Tentu tidak. Elvan bukanlah seorang dokter melainkan seorang CEO di sebuah penerbitan novel yang cukup sukses saat ini. Lalu, untuk apa dia ke sana setiap hari? Jawabannya sederhana. Itu semua karena Ibram. Siapa Ibram? Ibram adalah sahabatnya yang sudah tiga tahun terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma di mana selang-selang yang terhubung di mesin melekat di tubuh lelaki itu. Kenapa

