Sadam sudah kembali ke kamarnya. Berdiri mondar-mandir di depan jendela. Ia belum bisa tidur, ia ingin bicara empat mata, dengan Ayuna. Ya, dia harus bicara besok. Tanpa pikir panjang, Sadam segera mengambil ponselnya yang ada diatas nakas meja lampu tidurnya. Sesegera mungkin menelpon Ayuna. Semoga saja wanitanya ini belum tidur. Diangkat. 'Halo Bang' sapa Ayuna dari sebrang telepon. 'Ay....' panggil Sadam. 'Iya Bang, kenapa?' tanya Ayuna. 'Besok kan kita gak ngegym, bisa kita bicara?' tanya Sadam sangat sulit untuk menelan ludahnya sendiri saking deg-degannya ia bicara dengan Ayuna sekarang. 'Bisa Bang, dimana?' tanya Ayuna suaranya terdengar berat, mungkin sudah mengantuk. 'Besok aku jemput' ucap Sadam. 'Ok Bang, jam berapa?' tanya Ayuna. 'Besok aku kerja di rumah

