Tiga Puluh Lima

1581 Kata

Saat kedua kali jemarinya digenggam oleh seorang Adjie Wishaka untuk menemui kakek Rahmadji Bratasusena, Kirana terus berdoa dalam hati agar Tuhan mau melunakkan hati pria itu supaya merestui hubungan cucu perempuan satu-satunya dengan pria yang mempunyai tingkat kepedean luar biasa untuk memperistri seorang keturunan Bratasusena tanpa memikirkan lagi bahwa dia adalah Wishaka. Adjie tampak tidak peduli ataupun gentar sama sekali. Bahkan setelah rayuan maut yang ia lancarkan tanpa henti di depan toilet perempuan yang lumayan ramai dengan ibu-ibu yang sibuk merapikan dandanan mereka, Adjie tetap berusaha agar Kirana setidaknya menganggukkan kepala di pertemuan pertama mereka setelah satu minggu lebih. Seperti kerbau dicocok hidung, anehnya Kirana mau-mau saja menganggukkan kepala, hingga pad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN