Just a Little Sin

745 Kata

"Kau terlihat tidak b*******h Zion. Ada apa ?" Bboby bertanya selagi tangannya menaruh secangkir kopi hangat. Adiknya tiba-tiba bertamu sehari setelah resepsi pernikahannya digelar. Sebenarnya dia senang, meski pemuda itu terlambat tapi yang jadi masalah pemuda itu datang dengan muka tertekuk. Seperti ada badai yang menerpanya. Firasatnya memprediksi tentang kedatangan 'gadis itu'. Tapi dia tidak berhak mencampuri urusan adiknya, toh sudah lima tahun dan pria muda itu sudah menjadi ayah terlebih dulu. "Kurasa aku masih mencintainya." Kali ini Bboby tersedak napasnya sendiri. Dia getir sendiri, apalagi meski pernyataan Zion terdengar ambigu Bboby paham betul arah pembicaraannya. "Sudah lima tahun dan kau masih mencintainya ?" "Kurasa begitu." Bboby memijat pangkal hidungnya. Ya, bagai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN