Angin malam langsung menusuk tajam pori-pori kulit Rama. Lelaki itu tiba di kafe satu jam lebih awal, malam ini ia sangat bersemangat sekali sampai Rama membawa sebuket bunga mawar merah dan dua bungkus martabak selai strawberry. Rama seketika teringat Fahri, ia rindu bocah itu padahal baru kemarin bertemu di pasar malam. Tidak lupa ia juga membawa buku-buku yang sudah di belinya di toko. Sebelumnya Fahri mengirim pesan pada lelaki itu lewat chat sosial media, meminta kepada Rama untuk di belikan buku paket pelajaran sekolah. Fahri hanya meminta lima buku dengan lima judul yang berbeda. Awalnya Rama tidak menyetujui permintaan bocah itu, saat Fahri chat Rama--lelaki itu lagi-lagi tengah sibuk dengan urusan kantor. Ingin marah dan menolak namun Fahri malah membuatnya terkejut dengan mulut

