1. Terbangun Kembali

1587 Kata
Di gigit ular berbisa. Di jatuhkan dari Rooftop Apartemen. Berakhir mati mengenaskan. Sungguh mimpi buruk paling menyeramkan. Yah menyeramkan, sangat. Ah, sebentar lagi ia akan bertemu dengan malaikat maut. Semenyeramkan apa kira-kira? "Hei tolong buka mata lo. Wake up." Zourist malah merasakan sebuah tangan menepuknya disusul dengan bau minyak kayu putih yang menyerang pernasafasannya. Perlahan ia membuka matanya dan kaget saat dirinya berada di sebuah ruangan UKS. Lomi menatapnya khawatir. Gadis itu menghela kasar, "Bagus lo udah sadar. Ngerepotin orang." Setelah mengucapkan kalimat itu Lomi berniat pergi namun Zourist menahannya. Lomi pun menoleh, "Kalau lo mau Lizard dimana, dia di RS luka Meira lebih parah dari lo." "Bukan itu, gue mau nanya jam, hari, tanggal, bulan dan tahun." "Ckk. Jam 1 siang, hari Selasa, tanggal 26 Maret tahun 2022." Jelas Lomi lalu gadis itu berkata kembali sebelum pergi, "Oke kalau gitu gue cabut duluan. Gue ada eskul." "Oke Thanks." Zourist berkata dengan senyuman tipis, Lomi mendadak tak percaya tumben gadis itu tahu terima kasih. Setelah Lomi pergi di hisap pintu UKS. Zourist menekuk lututnya, ia menelusuri tangan dan kakinya lalu menyentuh wajahnya. Gadis itu bergetar. Tak percaya ia akan terbangun di masa lalu tepat 4 tahun yang lalu. Zourist ingat mengenal Lizard itu umur 12 tahun ketika ia masih SMP. Kebetulan orang tua mereka sama-sama saling mengenal karena dunia perbisnisan yang terjalin erat. Lalu Zourist meminta di jodohkan pada saat ia kelas 9 SMP. Zourist kala itu terus mengejar Lizard dan bertingkah. Ia sangat tergila-gila pada lelaki itu. Bertunangan dengan lelaki itu ketika kelas 11. Selanjutnya menikah dengannya ketika Zourist menginjak umur 20 tahun. Tepat pada umur pernikahan yang baru menginjak 2 bulan Lizard terketahui sudah menjadi Bapak. "Amazing, maha baik Tuhan mau gue merubah masa depan. Terima kasih, sujud syukur." Zourist mengusap wajahnya lalu mengambil posisi sujud diatas ranjang. Cklek! "Heh ngapain lo Udang?" Ronald terlihat heran melihat sepupunya bertingkah aneh. Zourist menatapnya lalu ia merentangkan tangannya. "Kyaaa Onal-Onal. Peluk gue sini. Gue hidup!" Ronald semakin heran. Namun lelaki itu tetap mendekat. Zourist loncat dan memeluk tubuhnya dengan erat. Sepupunya itu tertawa lalu menangis. "Ronald gue hidup. Anterin gue pulang, gue mau ketemu Mom Dad." "Lo bener Zou kan? Lo kerasukan jin apaan?" Ronald mundur dengan ngeri. "Gue hidup huhuhu!" Zourist mengadahkan kepalanya dengan tangan merentang. *** Tanggal 26 Maret, memang terjadi peristiwa. Zourist melabrak seorang gadis bernama Meira. Alasannya memang kurang masuk akal. Meira pernah pingsan di lapang lalu di tolong Lizard calon tunangannya. Hal itu membuat Zourist meledak. Tanpa pikir panjang ia melabrak Meira dan mengatainya yang tidak-tidak. Tak hanya menghina Zourist juga melakukan kekerasan fisik lainnya. Walau ia sendiri tanpa teman tapi Zourist ini tipe gadis pemberani. Jika ada yang berani mendekati calonnya maka ia langsung beraksi, mengandalkan otot, Bacot dan juga kekuasaan keluarganya. Sangat kekanak-kanakan sekali sih. Zourist memang seperti Antagonis. Sikap ini muncul karena Lizard yang selalu mengabaikannya tapi lelaki itu selalu care pada gadis lain. Zourist itu tipe gadis pencemburu juga dan mudah terpengaruh oleh opini dan emosi yang ia buat sendiri. Zourist itu juga selalu egois dalam masalah apapun. Selain egois ia juga sadis, mau menang sendiri. Makanya banyak para Siswa Werzone High School rata-rata membencinya. Ia tak segan-segan menyuap atas sesuatu yang ia mau. Pernah waktu itu mau jadi kepala dancer ia menyuap anggotanya. Sampai kepala dance jatuh padanya. Dan ia pun tak becus dalam mengurus dan menjaganya. Ah, sikapnya benar-benar memalukan sekali. Pantas saja tidak ada yang mau berteman dengannya. Oh bukan hanya itu, korban Zourist bukan hanya Meira tapi masih banyak lagi. Sekarang ia jadi merasa berdosa sekali dengan semuanya. "Kalau begitu mari kita rubah masa depan. Setidaknya gue harus bisa berkembang dari sekarang. Mumpung umur gue masih muda." Zourist tersenyum optimis, gadis yang baru tiba di kamarnya itu menyimpan tas dan membuka sepatunya. Ia juga mengganti seragamnya dengan baju santai. "Aduh background kamar gua alay banget. Banyak banget photo Dewa kematian. Tahu gitu, gak bisa hidup tenang dong gue." Zourist mengeluh, ia mengambil kursi lalu mencopot poster wajah Lizard berserta photo-photo yang menggantung. Ia meringis pelan melihat tulisan besar yang tertempel pada dinding kamarnya. "No, gak ada lagi sekarang cita-cita Cinta. Cinta adalah mimpi buruk yang harus dihindari." Gumam Zourist, lalu ia teringat pada handphonenya. Ia mengecek ransel miliknya dan ternyata handphone disana. Gadis itu menghidupkannya. Dan melihat banyak sekali pesan masuk dari Dewa kematiannya. Byzard : Mau lo apa? Gak ada bosen-bosennya buat ulah. Terus aja labrakin orang. Cemburu bukan kaya gitu caranya Byzard : Cape gue sama lo, cewek gila beban gak punya otak. Tok! Tok! "Adek kamu udah pulang?" Itu suara Ibunya, Listiana. Zourist tersenyum mendengar suara yang begitu ia rindukan. Ia menyimpan iPhone miliknya. "Mom masuk aja!" Cklek! "Dear kamu lagi ngapain?" "Mom, background kamar aku jelek banget. Aku ingin ubah." Zourist mendekat lalu memeluk Listiana dengan erat. Gadis itu merengek dengan manja. "Loh kenapa, itu banyak kenangan tentang Lizard loh. Loh posternya kok di copot? Mau kamu buang yah?" Tanya Listiana lembut. "Iya Mom, mau aku buang jelek habisnya." Tukas Zourist lalu ia kembali berkata, "Aku mau pasang poster Jung Jaehyun aja hehe." Listiana hanya bisa mengangguk pelan. "Mom udah denger loh dari pihak sekolah katanya kamu buat ulah lagi. Ada siswi yang kamu nakalin lagi yah? Lizard juga bilang sama Mom, kamu bully dia karena cemburu. Dear, kalau kamu udah serius ngejalin hubungan berarti kamu jangan harus punya rasa kepercayaan. Mom, Lizard itu gak mungkin ke cantol sama cewek lain." "Iya Mom aku minta maaf yah." Zourist merasa bersalah. Orang tuanya sangat sabar sekali dengan semua kelakuan buruknya. Mulai sekarang ia berjanji tak akan lagi memalukan mereka. "Kalau gitu kamu jenguk korban kamu itu yah. Minta maaf sama dia." Zourist mengangguk pasrah, "Iya Mom nanti aku kesana." Ia sudah bertekad akan merubah nasibnya. Jika di kehidupan lalu ia menolak dengan kasar dan terus membela dirinya sendiri maka sekarang lain ia akan mengakui kesalahannya. *** Menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan. Itu terus yang dilakukan Zourist sekarang. Gadis itu sudah tiba di depan ruangan rawat Meira. Ia mendengar suara gelak tawa, itu pasti teman-teman Lizard. OMG, ia harus punya mental besar berhadapan dengan para lelaki yang memandangnya jijik. Geng Starkers, ketuanya adalah Lorenzo dan wakilnya Baskara. Anggota intinya berjumlah 7 orang. Dan total keseluruhan anggota sekitar 200 jiwa lebih. Slogan mereka, "Sesama setuju, seirama setumpu." Tok! Cklek! "Hai semuanya, Zou datang berkunjung." Starkers menatapnya aneh, Zourist nyengir lebar. Mereka semua menatapnya melongo. Lizard yang berdiri di depan ranjang dengan kedua tangan dibalik saku celana menatapnya tajam. "Oke disini, gue Zourist gak akan cari gara-gara jadi jangan natap gue kaya mau nguliti gitu. Gue bawain oleh-oleh buat Meira." Jelas Zourist lalu perlahan mendekat pada Meira dengan senyuman manis, "Hai Mei, gue minta maaf atas kejadian tadi. Ini gue bawain hadiah buat lo." Meira menatap Zourist tak percaya. Tangannya terulur mengambil papper bag pink itu. "Bb-buat gue?" "Check dulu Mei, kali aja racun." Celetuk Baskara sangat pedas. Zourist berdecak Pelan, "Emang racun kok kalau di minum kala di seprot yah parfume." Desisnya. Meira mengeceknya, memang benar itu parfume. Astaga ini pasti harganya mahal. Zourist itu orangnya bergengsi jelas semua yang ia beli dan miliki harga sultan semuanya. "Oke kalau gitu gue balik yah. Semoga lekas sembuh." "Eh, btw thanks Zou. Gue juga sama minta maaf. Kejadian tadi akibat gue juga kok. Harusnya pas waktu itu ketika gue jatuh di lapang gue gak minta bantuan Lizard. Sekali lagi gue minta maaf." Zourist tersenyum manis, "Iya santai aja. Gue aja nih yang terlalu berlebihan." "Kita bisa tukeran no handphone?" Tanya Meira ragu. "Oh, sangat boleh." Zourist mengeluarkan iPhone miliknya lalu bertukar nomor dengan Meira. Ia kembali melempar senyuman. Lalu ia melambaikan tangannya, "Gue balik yah. Bye." Zourist hilang ditelan pintu. Anggota Starkers menatap serempak pada Lizard yang mematung. Zourist dari tadi sama Sekali tidak meliriknya. Ada apa dengan gadis itu? "Aneh gak Zard? Coba deh lo kejar kali aja dia ngerencanain sesuatu." Bisik Sadewa. "Lo bener." Lizard pun melenggang keluar. Ia berjalan sembari celingukan mencari Zourist. Kemana arah gadis itu? Kenapa cepat sekali? Ia bergerak menuju parkiran lalu pandangannya jatuh pada Zourist yang berjongkok. Angin yang berhembus kencang menerpa rambut panjangnya yang digerai. "Hai kucing kenapa lo bisa budug? Kasian banget pasti laper yah? Kurus gini tubuh lo. Nih gue kasih sosis Kenzler." "Meonggg." Gadis itu tertawa dan terus memberi makan kucing yang kurus dengan tubuh yang budug. Zourist menoleh saat bahunya di pegang seseorang. Ia melotot itu Dewa kematian. Zourist berdiri dengan kikuk. Gadis itu mundur beberapa langkah menjauhi Lizard. "Ngapain mau nganterin pulang?" Gadis itu terus mundur ke belakang saat Lizard berjalan terus kearahnya dengan tatapan tajam. Zourist menelan ludahnya susah payah. Kakinya bergetar. Keringat dingin seakan membanjiri tubuhnya. Ada apa dengannya? Apakah ia takut? "Hidup lo itu beban semua orang. Lo itu gak pantes bahagia. Manusia serakah kaya lo tempatnya neraka. Gue Talak lo sekarang, langsung Talak Tiga." Zourist semakin mundur. Ucapan ia terngiang-ngiang. Tolong ia mohon, jangan sampai ia kena mental. Ia tidak boleh takut. Ular dan Rooftop. Astaga momen itu. "Gue ada hati, gue punya perasaan, gue bisa mencintai. Tapi semuanya gue limpahkan pada Trisya, perempuan penyabar seorang Ibu dari anak gue. Bukan cewek iblis, egois dan sadis kaya lo." Zourist menggigil, tubuhnya bergetar hebat. Siapapun tolong enyahkan adegan menakutkan itu dalam pikirannya. "Mati Zou, selamat bersenang-senang di neraka." Zourist menahan jeritan. Ia tidak boleh terlihat lemah di depan Iblis kematiannya. Tidak boleh. "Lo mimisan." Lizard terulur menyentuh hidungnya namun ia langsung menghalau dan menepisnya. Lizard heran, ada apa dengan gadis itu? Bruk! Lizard menggerakan giginya. s**t, gadis itu malah pingsan sekarang. Jatuh dalam pelukannya. Emang dasar cari perhatian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN