Nina POV Najifah telah tertidur di sampingku dengan nyenyak. Aku mengusap kepalanya dan menatapnya dengan penuh rasa sayang. Dia adalah permata dalam hidupku, kenang-kenangan terakhir yang bisa kumiliki dari Almarhum Mas Irham – Suamiku. Aku meraih sebuah foto terakhir yang sempat tersimpan di buku catatanku sebelum kebakaran hebat waktu itu memusnahkan segalanya termasuk kehidupanku. Aku menatap sosok Almarhum Ayahku, Almarhum Suamiku dan Almarhumah Mak Atiyah dalam foto itu. Aku menangis – lagi – seperti biasanya ketika mengingat mereka. Penyesalanku hanya satu, bahwa aku tidak bisa menguburkan jasad mereka dengan layak. Semua benar-benar menjadi abu, dan hanya menyisakan duka bagiku. Sore tadi Ummi dan Abah datang padaku. Mereka berdua berbicara dari hati ke hati denganku. Disaksikan

