Dimas menatap dirinya di cermin malam itu. Ia menatap sosoknya sendiri dengan semua pertanyaan yang ada di dalam kepalanya. Ibrahim yang sedang membantunya menyiapkan pakaian ikut menatap bayangan dalam cermin itu. "Ada yang aneh dengan bayanganmu Akh?" tanya Ibrahim. "Tidak ada Akh Ibrahim, saya hanya sedang bertanya-tanya pada diri saya sendiri," jawab Dimas, jujur. Ibrahim menatapnya lekat-lekat. "Apa lagi yang kamu pertanyakan Akh?" Dimas berbalik dan balas menatap pada Ibrahim. "Saya bertanya-tanya, mengapa saya begitu beruntung sehingga Allah memberikan takdir yang baik dalam kehidupan saya? Mengapa Allah begitu baik sehingga memberikan kesempatan untuk hidup bersama Ukhti Nina ke dalam hidup saya? Perbuatan baik apa yang saya lakukan, sehingga membuat Allah begitu rela memberi

