"Pergilah. Aku masih memiliki banyak pekerjaan. Dan aku yakin kamu pun sama." Viona menepis tangan Haris yang sedang memijat pelipisnya. "Aku pesankan makan siang untukmu. Agar kamu tidak terlambat makan siang." Bukannya pergi, Haris hanya berpindah tempat duduk. Dari samping Viona kini di sofa yang ada di depan wanita itu. Dengan acuh Haris memesan makanan lewat aplikasi yang ada di ponselnya. Segera ia memesan dan membayar makanan favorit Viona. "Kalau sudah sampai jangan lupa makan. Kamu boleh benci dan marah padaku. Tapi, jangan tolak makanan itu. Tidak baik sama sekali membuang makanan." Haris segera bangkit dan mengusap pucuk kepala Viona. Meskipun ditolak, pria itu tak peduli dan beranjak pergi begitu saja. Viona yang ingin menolak segala perhatian yang diberikan Haris han

