Bab 39

1824 Kata

Viona tersenyum tipis. Ketika membaca pesan masuk dari Davin yang mengatakan tidak bisa pulang lagi malam ini karena Riyan meninggal dunia tadi siang, padahal ia sudah menyiapkan makan malam spesial untuk mereka malam. Namun, makanan spesial yang dipersiapkan Viona tidak spesial dirinya di hati Davin.. Buktinya pria Itu memilih menemani Alya di rumah duka. Bukannya marah atau tidak ingin Davin disana untuk mendampingi Alya, hanya saja pria itu tidak mengajaknya untuk datang. Tidak pulang terlebih dahulu untuk sekedar makan dan berganti pakaian. Nantinya mereka bisa datang bersama. Sebagai wanita ia juga mendampingi dan menemani Alya. Ini? Viona meremas kuat ponsel yang ada di tangannya. Kesal dengan Davin yang selalu saja lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya. "Boleh aku ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN