"Aku belum siap ini terbongkar." "Kenapa?" kesal, Aleana melepaskan tangan Abraham yang menutupi bibirnya. "Kamu tidak mengerti." "Makanya katakan dan beri tahu atau aku akan membongkar ini semua." Aleana melepaskan penyatuannya dari Abraham. Untung saja sudah selesai, kalau tidak ia belum mau lepas dan berdebat. Aleana duduk bersila. Tidak peduli dengan tubuhnya yang masih polos. Meski ingin melakukan perdebatan, ia tetap ingin memamerkan tubuhnya kepada sang suami. "Dengar, Mas." Aleana menyentuh lengan Abraham yang masih saja diam. "Aku istri kamu. Aku mau menikah denganmu karena aku cinta dan tau Feni sudah berkhianat. Sehingga aku tidak mengganggu rumah tangga kalian berdua. Disini bukan aku yang salah karena sudah merebut kamu darinya. Hanya saja waktunya belum tepat karena k
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


