"Aisya bagaimana?" Viona yang sedang mengenakan pakaian Aisya pun menoleh, kepada Davin yang sudah rapi dengan setelan jasnya. "Aku belum memperkirakan hingga sejauh ini, Mas." "Aku pun begitu. Kita berdua sama-sama tidak menyangka Alya benar-benar tidak mencari Aisya sama sekali. Sehingga kita tidak memiliki persiapan apapun untuk menghadapi ini semua," keluh Davin seraya duduk di samping Viona. Pria itu begitu iba kepada Aisya, yang telah kehilangan sosok seorang ayah di usianya yang sangat kecil. Bahkan untuk mengingat wajah Riyan saja Aisya belum mampu. "Aku akan cari baby sitter untuk menjaga Aisya. Dan untuk hari ini mungkin kita bisa titipkan kepada suster Aleana. Jika dia tidak memiliki waktu karena harus mengurus ayah, mungkin aku akan membawanya ke kantor." Viona memaks

