Bab 21 – Musuh Bos Besar

1778 Kata

“Bulek apa kabar?” Kembang bertanya lembut pada wanita yang ia kenal sejak kecil itu. Namanya Darsih. Tetangga ketika dulu masih di Jombang. Wanita yang kini merantau ke Samarinda itu membuka warung makan yang lumayan ramai di sekitaran Gatot Subroto. Perawakannya kecil, tapi ramah dan baik hati. Beberapa tahun yang lalu, Kembang tanpa sengaja makan di warung ini dan bertemu dengannya. Darsih senang bisa bertemu lagi dengan Kembang karena sejak peristiwa itu, mereka semua pindah demi menghindari cemoohan warga. “Sehat, Alhamdulillah. Kamu gimana?” “Sehat juga Bulek.” “Alhamdulillah kalau begitu. Terus sekarang masih di Sutomo(nama jalan)?” tanya Darsih. “Udah nggak, Bulek. Aku tinggal di Citraland sekarang.” “MasyaAllah, hunian mewah itu. Kerja atau … kamu udah nikah, yo?” Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN