Part 8

1343 Kata
Elvano duduk disebuah café malam itu, ia berkali-kali melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam dan seseorang yang ia tunggu pun akhirnya muncul dihadapannya, ia melihat senyum yang merekah dari bibir wanita itu yang terlihat begitu tulus padanya, namun tetap saja, bagaimana pun ia memaksakan hatinya, ia tidak bisa jatuh cinta pada wanita itu. “Hai Vano, sudah lama ya” ucap Aura menyapa Elvano, ia duduk didepan Elvano. “Kenapa lama sekali?” tanya Elvano. “Ohh itu, sorry banget yah, tadi keponakan aku minta ikut, tapi aku yang ga mu bawa dia, ribet bawa anak kecil” ucap Aure, Elvano hanya mengangguk pelan, selama beberapa minggu mengenal Aura, ia tau bahwa wanita itu baik, namun hal yang membuat Elvano sedikit menjaga jarak adalah bahwa Aura tidak menyukai anak kecil yang padahal ia begitu senang dengan kehadiran anak kecil. “Kenapa ga dibawa aja?” ucap Elvano. “Vann, aku kan udah bilang ke kamu, aku ga suka sama anak kecil” ucap Aura. “Lalu bagaimana jika nanti kamu nikah?” ucap Elvano, Aura tersenyum menggoda. “Vanooo, kita baru aja deket kamu udah ngomongin nikah, udah ga sabar ya? Kita kan mau tunangan dulu” ucap Aura begitu antusias. “Aku serius Ra, aku pengen tau jawaban kamu” ucap Elvano serius, Aura pun terdiam beberapa saat sebelum ia paham bahwa saat itu Elvano begitu serius. “Yahh aku ga pengen punya anak, atau kalo kamu pengen tetep punya anak, kita bisa sewa baby sister buat jagain anak kita, kita mampu lah nyewa beberapa baby sister, it’s ok, gampang kok semuanya kalo ada duit” ucap Aura begitu enteng, Elvano hanya menghela nafas sejenak, ia tahu bahwa keluarga Aura begitu kaya raya, sejak awal ia tidak ingin terlibat perjodohan yang dilakukan oleh Bibi dan Pamannya yang baru saja datang dari Inggris, namun ia hanya menghargai usaha mereka. “Hmmm, jadi gini, dari awal, aku ga pernah ingin terlibat perjodohan ini” ucap Elvano membuat Aura kaget dan terdiam. “Maksud kamu?” ucap Aura. “Aku mau mengenal kamu waktu itu karena Bibi ku yang saat itu mengenal baik orangtuamu, aku sudah lama tinggal dengan mereka dan mereka begitu baik padaku, aku fikir akan cocok nantinya denganmu, tapi setelah sampai hari ini, aku sama sekali tidak menemukan apa yang aku cari dari diri kamu, aku merasa ga cocok sama kamu, maaf jika ini akan menyakiti hati kamu, tapi aku akan jujur semuanya” ucap Elvano. “Tunggu, jadi maksud kamu? Semua yang sudah kita lewati selama ini hanyalah sekedar saja? Aku bahkan sudah memperkenalkan kamu ke semua temen-temen aku kalo kamu adalah tunangan aku, lalu apa yang terjadi?” ucap Aura kesal. “Maaf Ra, aku menginginkan seorang wanita yang sifatnya keibuan, sayang dengan anak-anak, bahkan akan begitu menyayangi anaknya sendiri kelak jika ia mempunyai seorang anak, tapi kamu berbeda dari yang aku inginkan tersebut” ucap Elvano menjelaskan, Aura pun tertawa. “Okayy, aku ngerti, ga semua orang bisa menerima apa yang aku inginkan, kalo kamu maunya seperti itu, aku bisa kok mulai sekarang belajar mengasuh anak, menyusui, deket sama anak-anak, kamu mau yang seperti apa, aku bahkan akan ambil les privat jika kamu mau aku menjadi seseorang yang keibuan” ucap Aura, Elvano tertawa. “Ra, semua hal yang aku maksud itu timbul dari dalam hati kamu sendiri, bukan hanya karena aku, tapi memang hati nurani kamu yang menginginkan hal itu” ucap Elvano, Aura hanya diam membisu, ia bingung dengan semua hal yang dikatakan oleh Elvano. “Sumpah aku masih bingung dengan semuanya, jadi maksud kamu sebenarnya apa?” ucap Aura. “Maafkan aku Ra, sepertinya hubungan kita harus aku akhiri sampai disini, maaf aku ga bisa melanjutkan semuanya, dari awal aku pernah bilang ke kamu bahwa aku memang ingin mengenal kamu, tapi bukan berarti aku akan memilih kamu untuk menjadi istriku” ucap Elvano, Aura pun mengingat kembali awal mereka bertemu dan sepakat dengan perkenalan itu, mereka sama-sama tidak memaksakan jika nantinya salah satu dari mereka akan merasa tidak cocok, namun Aura sudah jatuh hati pada pria itu sejak pertama kali melihatnya. “T..tapi Van.. aku sudah jatuh hati denganmu, bagaimana bisa kamu mengakhiri ini semua disaat aku sudah mengumumkan pada semua orang kita akan bertunangan” ucap Aura. “Aku minta maaf Ra, aku ga bisa ngelanjutin semua ini” ucap Elvano, Aura merasakan dadanya begitu sesak, airmatanya menetes begitu saja, ia fikir dengan statusnya saat ini yang seorang anak konglongmerat akan begitu mudah membuat pria manapun bertekuk lutut padanya, ternyata ia salah. “Auraaa” panggil Elvano pelan, Aura mengangkat wajahnya dan menghapus airmatanya. “Baiklah, aku ga apa-apa kok, tapi aku pengen minta sesuatu sama kamu” ucap Aura. “Apa?” tanya Elvano. “Meskipun kita ga punya hubungan apapun lagi, tapi aku tetep pengen temenan sama kamu, bolehkan? Meskipun nantinya kamu akan memiliki seseorang yang mambuat kamu jatuh cinta, tapi aku mohon, tetep jadikan aku teman kamu, aku siap kok kalo kamu akan butuh bantuan apapun nantinya, pliss, sampe aku bener-bener bisa ikhlas ngelepasin kamu” ucap Aura, Elvano menahan dirinya untuk berfikir sejenak, ia tahu bagaimana perasaan Aura. “Okay, tapi aku mohon jangan pernah berharap lebih padaku” ucap Elvano, Aura pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ia berjanji pada dirinya sendiri akan membuat Elvano jatuh cinta padanya sampai ia benar-benar melihat Elvano jatuh cinta pada wanita lain. “Baiklah, aku ngerti” ucap Aura tersenyum, Elvano merasa lega hari itu, ia bisa keluar dari hubungan yang tidak pernah ia inginkan. Mereka pun mengakhiri pertemuan malam itu dan memutuskan untuk pulang setelah jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. “Baru pulang El?” ucap Hartono. “Papa belum tidur?” ucap Elvano kaget saat melihat sang ayah masih duduk dan minum kopi diruang keluarga. “Belum ngantuk, masih pengen nonton” ucap Hartono, Elvano berjalan menghampiri sang ayah dan duduk disampingnya. “Abis ketemuan sama Aura?” ucap Hartono. “Iya Pah” ucap Elvano. “Bagaimana hubungan kalian? Lancar? Kemarin ayahnya nelfon Papa, katanya Aura minta untuk bertunangan dengan kamu dilaksanakan dengan secepat mungkin, terus Papa bilang kalo semua keputusan ada sama kamu, Papa ga berhak untuk menentukannya” ucap Hartono. “Hmm, sebenernya, El sudah mengakhiri hubungan dengan Aura malam ini” ucap Elvano, Hartono hanya diam, ia tahu bahwa itu adalah keputusan Elvano, ia juga tahu Elvano tidak sembarangan mengakhiri semuanya begitu saja sebelum memikirkan semuanya dengan matang. “El merasa apa yang selama ini El cari, tidak El temukan pada diri Aura, hati El juga ga pernah sedikitpun tergerak untuk Aura, El ga bisa kalo harus memaksakan semuanya hanya karena El menghargai niat baik Bibi” ucap Elvano, Hartono tersenyum, ia menepuk bahu Elvano pelan. “Papa ngerti dengan apa yang kamu rasakan, dulu Papa juga seperti itu sebelum bertemu dengan Mama kamu, jika memang itu yang terbaik menurut kamu, Papa ga masalah, kalau pun nanti ayahnya Aura akan marah, biar Papa yang mengatasi semuanya, kamu tenang saja” ucap Hartono. “Maafin El Pah” ucap Elvano. “Sudahlah, tak apa, satu pesan Papa, jika nanti kamu ketemu dengan apa yang kamu cari, tolong jaga dan perjuangkan sebisa mungkin, meskipun semua itu tidak akan mudah” ucap Hartono, Elvano mengangguk dengan begitu semangat.  Elvano masuk ke dalam kamarnya, setelah mengganti pakaiannya, ia duduk ditempat tidurnya dan mengambil HP nya, ia menelfon nomor wanita yang selama ini masih ia simpan rapi di HP nya, ia merasa bersalah selama ini tidak membalas pesan Raniesha padahal ia sudah berjanji untuk menghubunginya begitu wanita itu kembali ke Bandung. Namun setelah beberapa kali menghubungi nomor Raniesha, Elvano pun tidak mendapat jawaban sama sekali bahkan nomor itu tidak aktif setelah panggilan ketiga, pesan yang ia kirim pun tidak masuk karena nomor itu sudah tidak aktif. Elvano bingung malam itu memikirkan semuanya, ia berfikir bahwa Raniesha marah setelah mereka tak sengaja berpapasan di hotel namun ia malah mengabaikan wanita itu, selama ini ia berfikir tidak ingin menghubungi Raniesha karena ia dekat dengan Aura, ia tidak ingin menjadi pria b******k yang saat itu sedang jalan dengan siapa namun hatinya untuk siapa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN