Pukul tiga kurang lima dini hari, Edwin, Haris dan Nauval berjalan keluar dari mini market dengan penuh kehati-hatian. Mereka bertiga tidak akan pernah menyangka bahwa pukul tiga merupakan waktu yang lebih sunyi lagi, satu langkah yang mereka lakukan seperti terdengar seperti kaki gajah yang sedang melangkah, yang membuat ketiganya merasakan ketegangan yang luar biasa saat itu. “kupikir ini akan terasa sangat mudah hh… hhh …” bisik Nauval dengan nafas yang terengah, tentu saja … ia merasa sangat sesak ketika ia harus mengendalikan ketegangan yang luar biasa ini. Ia bersusah payah agar tidak sedikitpun membuat kesalahan dan menarik perhatian para zombie yang entah dimana mereka berada saat ini. Mendengar sang adik berucap seperti itu, membuat Haris menoleh menatapnya dan menepuk bahu sa

