Pagi menyingsing, matahari terbit dengan begitu indahnya. Udara segar yang kala itu membawa wewangian dari embun sangatlah menenangkan hati. Pagi itu, Haris tengah meregangkan tubuhnya di teras rumah bersama dengan Shiren yang mengikuti gerakannya di sana. Senyuman selalu terpasang di bibir Haris untuk Shiren, dan hal itu membuat Shiren membalas senyuman lebih manis lagi, “Ren … besok adalah ulang tahun Nauval, mau bantu kakak buat cari kue??” tanya Haris kepada Shiren yang kini mengangguk dengan senang dan kemudian berucap, “okay!! kita buat kejutan buat dia, hahaha” balas Shiren tertawa kepada Haris yang juga tertawa, lalu berusaha untuk menghantikannya dengan menempelkan jemari telunjuk di bibirnya, namun mereka masih terkekeh satu sama lain. Moment yang berharga yang sampai sek

