Berada di dalam kamar yang memang sudah menjadi kamar selama kurang lebih 20 tahun, mungkin akan menjadi biasa saja jika setatusnya masih lajang. Namun dengan setatus yang sekarang ini membuat Cila termagu untuk sesaat. Terlebih saat dia menatap pantulan dirinya di depan cermin. Sesaat semua yang terjadi hari ini seolah bagai mimpi, tak pernah ada di benaknya untuk membayangkan jika dia akan menikah secepat ini, dan dengan orang yang benar-benar di luar dugaannya. Pikirannya masih melayang, menyusur bayang dan angan. Mengorek segala kemungkinan yang akan dia temui nanti. Duduk termenung di depan meja rias, dengan pakaian yang yang masih sama seperri pakaian yang tadi membuat Cila berfikir jauh tentang apa yang akan ia perbuat malam ini. Tangannya dengan perlahan melepaskan setiap pentul y

