Terbangung di pagi hari, di sebuah kamar dan ranjang yang berbeda dari biasanya membuat Marcel tersenyum geli, bahkan dengan setatus baru yang dia sandang, sungguh masih belum bisa di percaya bagi Marcel. Apalagi fakta itu, sukses membuat senyum Marcel seolah tak pernah pudar di pagi itu. Membuka mata lebih dahulu karna sebuah gerakan dari sosok yang ada di sampingnya, gerakan mencari tempat nyaman, dengan kepala yang masuk melesat kedalam ketiak Marcel membuat tidurnya mau tak mau terganggu karna rasa geli yang melanda tubuhnya. Begitu membuka mata, senyum itu langsung terbit begitu saja, Marcel memiringkan tubuhnya dengan satu tangan menopang kepalanya, dan memberi ruang lebih untuk istri cantiknya itu, sosok yang begitu nyamannya meringkuk di bagian yang tidak pernah diduga sebelumnya

