jalan berdua bersama dengan lelaki gagah nan tampan dengan tubuh tegap tinggi dan kulit wajah yang bersih dari jerawat, membuat Cila sedikit minder. Belum lagi tatapan dari para wanita yang begitu mendamba akan sosok yang kini berada di sampingnya itu. Jujur terkadang Cila merasa iri dengan mereka dan merasa begitu terpojok dengan tatapan dan cibiran mereka. Belum lagi banyak ucapan yang begitu tak pantas masuk kedalam indra pendengarannya. Bisa diakui jika selama ini Cila mampu menyingkirkan semua perkataan yang tak mengenakan hati akan dirinya. namun itu dulu, saat dia masih sendiri dan hanya memiliki Caca sebagai penyemangat harinya. Tapi sekarang? semua telah berbeda, jalan berdua dengan lelaki tampan, membuat dirinya lagi dan lagi menengok pada tubuh gempalnya itu, tubuh gemuk yang s

