ma-bo 26

1955 Kata

Cila bergerak gelisah di dalam kamar. menunggu sosok yang sedari tadi tak kunjung datang, cemas dan khawatir tentu ia rasakan, belum lagi ucapan Ela sang kakak kesayangan yang sukses membuat pikirannya kembali berkecamuk. dengan wajah luka lebam dan berkeliaran di luar, istri mana yang tak cemas kala mendengar kabar seperti itu. bahkan setelah Ela memberitahuinya tadi, Cila langsung menggedor kamar kembarannya, menuntaskan emosi yang ia tahan, dan memuntahkan segala makian yang mungkin pantas ia berikan, karna kelakuan saudara kembarnya itu sudah membuat sang suami babak belur. Bahkan tanpa mereka tahu apa masalahnya mereka sudah mengambil keputusan sendiri. Apakah mereka tidak memikirkan posisi Cila sebelum bertindak? Dan setelahnya tanpa memperdulikan panggilan Rafa, sang saudara sera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN