Kekalahan

910 Kata
Hiruk pikuk terdengar di sekitar parkiran sekolah, entah apa yang mereka tonton sampai berdesak- desakan. Tata dan kedua sahabatnya pun ikut penasaran dari lantai dua yang langsung menuju ke arah parkiran mereka melihat pria tinggi kekar dan tampan sedang bersandar ke sebuah mobil mewah. Deg deg seketika jantung tata bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya, setelah mengetahui siapa dari biang kerok kerumunan di parkiran sekolah, Ternyata si pak tua gila. Duh ngapain tuh pria tua di situ, jangan-jangan mau nyari gue terus nyeret gue ke penjara atas tuduhan penganiayaan yang kemarin gue lakuin ke dia, enggak-enggak gue enggak mau, gue harus cepat-cepat kabur  batin Tata merencanakan untuk kabur. Namun sebelum kaki Tata melangkah ke dua sahabatnya telah lebih dulu menarik ke dua tangan Tata untuk lebih mendekat ke om-om tampan menurut Imel dan Ega, Tata tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti langkah mereka, karena kalai saja Tata berontak mereka akan curiga padanya. Sesampai nya di parkiran di antara kerumunan para murid tiba -tiba. "kalian boleh menyeret gadis kecil disana ke hadapan saya” ucap si pria, semua siswi di buat bingung dan melirik kanan kiri mereka, siapa yang di maksud pria itu. "ya kau. ...gadis kecilku Averta Zuliana" sambung si pria dengan tegas dan penuh penekanan di setiap katanya sambil memamerkan senyum Devilnya. Sontak seluruh murid yang ada di parkiran menoleh ke belakang tepatnya ke arah Tata, begitu pun ke dua sahabatnya yang di buat melongo. "Lo kenal sama tu om-om?" bisik Ega. "e enggak kenal gue, lagian itu pria tua so SKSD banget sih." elak Tata. "enggak mungkin kalau enggak kenal, tuh om-om bisa tau nama lo?" balas Imel. "sudah sana samperin, lumayan tuh om-om ganteng abis." ucap Ega sambil mesem-mesem. Tata pun tidak bisa menolak, dia berjalan pelan menghampiri pria tua itu. "terima kasih atas kerja samanya semua.” ucap si pria kepada seluruh murid yang di sana sambil tersenyum manis, yang membuat seluruh siswi di sana tiba-tiba merona. "Ayo silakan masuk gadis kecil.!" ucap si pria kepada Tata sambil mendorong pundaknya masuk ke dalam mobil itu. Tata pasrah dan Tidak tau apa yang harus dia lakukan. Tidak mungkin kan dia tiba-tiba memukul tuh pria tua lagi, bisa-bisa bener masuk penjara dia. Di perjalanan hening tanpa ada kata yg keluar dari keduanya dan akhirnya Tata yang bicara terlebih dahulu. "Om saya minta maaf atas kejadian pemukulan kemarin ya, Tata beneran tidak sengaja sumpah, jangan bawa Tata ke kantor polisi ya” mohon Tata ke pada si pria. Ouh jadi si gadis kecil ini berpikir bahwa aku bakalan menyeret nya ke penjara, oke bagus kalau begitu batin si pria merasa menang. "oke aku tidak akan membawamu ke polisi, asal........ ."ucap si pria menggantung. "kau harus jadi ART di rumahku selama sebulan penuh...untuk mengganti laptop dan tab kemarin." sambung si pria. "dimulai dari hari ini" Ok fix, di mulai lah cerita cinta kehiduan Tata dari mulai hari ini. ..................   "Om terus saya harus ngapain?" tanya tata. si pria pun berhenti dari langkah kakinya, dia berbalik dan menatap tajam ke arah Tata "sebelum kau mulai bekerja, aku ingatkan jangan panggil aku om, karena aku bukan om mu apalagi bapak.!" sambung si pria. "umur ku baru 28 tahun dan itu menurut ku belum terlalu tua dan panggil nama ku saja Brian ". Apa apaan tuh pak tua pengen di panggil nama, hellowwww umur kita aja bedanya 11 tahun coy, batin Tata menggerutu .................... Ya dimulai dari hari kemarin sepulang sekolah Tata memang pergi ke rumah Brian..yang katanya harus jadi ARTnya. Art apaan, disana juga gue cuman nonton televisi kebanyakan, tau gitu gue bawa koleksi komik gue saja kesana, ya ide bagus Batin tata Kebanyakan Tata memang hanya menonton televisi di saat Brian berada di ruang kerjanya, tidak ada pekerjaan yang bisa Tata lakukan layak nya seorang ART pada umumnya, karena memang di rumah Brian sudah ada para art dengan masing-masing tugas. Seperti kemarin Tata hanya di suruh mengantarkan air minum dan makanan keruang kerjanya, art apaan kan kalau kayak gitu. Pagi ini sebelum berangkat sekolah Tata sudah membawa beberapa koleksi komiknya untuk menemaninya di rumah Brian. Tata berjalan ke meja makan seketika terbesit kembali kenangan-kenangan Tata bersama kedua orang tuanya, meskipun sudah hampir tiga bulan lebih Tata sendiri rasa sedih itu selalu ada di hati Tata... Tata merindukan masakan sang Mamah, pelukan hangat sang Papah, tidak terasa sebulir air mata mengalir di pipi mulus Tata tidak sanggup lagi Tata berlama-lama di rumah karena itu akan membuat Tata kembali terpuruk dalam kesedihannya. Tata bergegas ke luar rumah untuk berangkat Sekolah. "Pak Joko sebulan ini bapak boleh liburan kok,! Tidak usah masuk kerja, sebulan ini Tata bakalan bawa mobil ke sekolah." ucap Tata kepada sopir pribadinya. "Tapi non...." jawab pak Joko. "Bapak tidak usah khawatir, bapak tetep dapat gajih kok, kan Tata yang suruh bapak buat liburan." jelas Tata. "nanti kalau tuan Fero tahu bagaimana non.?" tanya pak Joko. "Ya pak Joko jangan sampai bilang sama om fero, kalau om telepon jawab saja seperti biasanya, jangan sampe om Fero tau ya pak..!" perintah Tata "baik non" "ya sudah Tata berangkat sekolah dulu, bapak boleh libur dari hari ini" "iya non hati-hati dan makasih" "sama sama pak" ucap Tata sambil masuk ke dalam mobil putih kesayangannya. Ya Tata menyuruh pak joko libur dan memilih membawa mobil sendiri karena tugas ART sialan dari Brian yang menyebalkan menurut Tata. ..............   Sesampainya di sekolah Tata langsung memarkirkan mobilnya, Tiba-tiba dari arah belakang Tata,  seorang pria berteriak "heeeyyy...... Cewek toilett” Tata pun berbalik dengan kening berkerut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN