Mogok

838 Kata
"Lo manggil gue?" tanya Tata heran. "Memang nya lo lihat ada cewek selain lo disini?" ucap si cowok. Tata melihat kanan kiri, tidak ada siapa pun selain dirinya. "Lo tadi manggil gue apa? cewek toilet.?" tanya Tata. "Yups lo yang di toilet waktu itu kan.? nyuruh-nyuruh gue beliin pembalut" jelas si cowok. Sontak ucapan si cowok membuat Tata menutup mulutnya sambil melebarkan matanya. Busyet jadi nih cowok yang nolongin gue waktu itu batin Tata. "O oh jadi lo yang waktu itu nolongin gue, makasih ya pertolongannya." ucap Tata sambil berbalik hendak pergi karena merasa malu, tapi sebelum Tata menjauh tangan nya di cekal si cowok. "Eeitsss.lo mau kemana.?" "sorry gue harus buru-buru ke kelas, ada tugas yang belum beres soalnya" jelas Tata. "Lo enggak sopan banget ya ninggalin sang penolong lo gittu aja, lo itu masih punya hutang sama gue." ucap si cowok "oo, ouh iya nanti gue ganti uang lo bekas beli pembalut" jelas Tata. "Lo enggak usah bayar pake Uang, tapi teraktir gue di kantin nanti pas istirahat, nanti gue samperin lo ke kelas” ucap si cowok sambil berlalu meninggalkan Tata yang  diam memamtung, tapi sebelum menjauh si cowok berbalik kembali kearah Tata. "ouh iya satu lagi, sambil bawa jaket gue." ucap si cowok sambil mengedipkan sebelah matanya ke Tata. Ouh iya gue lupa jaketnya dia, gue simpan  diamana ya? batin Tata sambil terus berpikir. Pak tua, ya jaketnya waktu itu ketinggalan di Rumah si pak tua, nanti gue cari deh.     Waktu istrahat pun tiba.   "Yuk cuss ke kantin.!" ajak Imel   "Duluan gih gue belum beres nih nulisnya, entar gue nyusul deh, nanggung nih" jawab Tata.   "Ya sudah, yuk mel nanti kita tunggu di kantin ya Ta" ucap Ega. Mereka pun beranjak pergi ke kantin terlebih dahulu, sedangkan Tata masih sibuk mencatat dengan serius sampai tidak menyadari seseorang telah duduk didepan nya. "serius amat..?."   "Astagaaaa...lo ngagetin aja" ucap Tata sambil mengelus dadanya.   "Udah yuk kekantin" ajak si cowok sambil berdiri.   "ngapain ngajak-ngajak gue.?"   "Lo inget hutang lo kan.?"   Upsss ya Tata janji buat teraktir si cowok, akhirnya mau tidak mau Tata pun berdiri mengikuti langkah si cowok yang entah siapa namanya bahkan Tata belum mengetahuinya.   Akhirnya mereka berdua berjalan menuju kantin dan menjadi pusat perhatian seluruh siswa yang mereka lewati.   Risih gue jalan sama nih cowok jadi pusat perhatian batin Tata.   "udah enggak usah dipikirin, biasa kalau jalan sama cowok ganteng memang harus kuat mental" ucap si cowok se akan tau yang Tata pikirkan.   "percaya diri banget” gumam Tata yang ditanggapi kekehan oleh si cowok.   Sesampainya di kantin tatapan tajam orang-orang makin mengarah ke Tata termasuk  dua sahabatnya.   "uuhhh pantesan enggak mau bareng kita tuh si Tata, udah ada janji sama tuh cowok ternyata" bisik Ega ke Imel.   "eh bukannya itu c Stefan ya.? yang anak baru itu, kok bisa kenal sama Tata ga?" tanya Imel   "ya mana gue tau, entar kita tanya Tata langsung aja."   Ya si cowok itu adalah Stefan Domani anak baru yang kemarin-kemarin diributkan ke dua sahabat Tata.   .....................   "Ta lo hutang penjelasan ke kita.!" ucap Ega setelah mereka sampai di kelas.   "penjelasan apaan.?" tanya Tata.   "kenapa lo bisa kenal sama si Stefan.?" tanya Imel.   "Stefan mana.? Gue enggak kenal sama yang namanya Stefan" ucap Tata.   "masa enggak kenal bisa makan bareng di kantin cie cie cieeee.!!" goda ega   "Oouuhhhh tuh cowok, jadi namanya Stefan, baru tau gue" jawab tata santai.   "Whattt lo enggak kenal nama cowoknya tapi bisa makan bareng di kantin.?" tanya Imel sedikit berteriak.   "Iya, dia yang ngajakin minta ditraktir makan di kantin sama gue " jelas Tata.   "kok bisa?" tanya keduanya.   "gara-gara waktu itu dia pernah nolongin gue beli pembalut" jelas Tata.   Sontak ucapan Tata membuat kedua sahabatnya melongo.   "are you serious.? dia beliin lo pembalut.?"tanya Ega.   "iya waktu itu keadaannya kepepet dan cuman ada dia, jadi gue minta tolong sama dia” jelas Tata.   "Wwwaaahhhhh gila, gila, gila, cowok idaman banget tuh si Stefan, sudah ganteng, baik, pengertian juga ke cewek, kebayang enggak tuh kalau gue jadi ceweknya, aaahhhhh serasa mau melayang-layang  gue" cerocos Imel dengan rasa kagum.   "Apaan sih mel, ya ujung2 nya juga dia minta di traktir gara-gara sudah nolongin gue." balas Tata.   "Mungkin si Stefan sengaja  buat deketin lo kali ataw dia suka sama lo Ta.?" ucap Ega.   "jangan ngawur deh lo, ketemu juga baru pertama"   "Lo tau kan cinta pada pandangan pertama Ta.?"   "Tau...lagu dangdutkan" ucap Tata sambil cengengesan, membuat kedua sahabatnya kesal.   ,...............................   Sepulang sekolah Tata melajukan mobilnya menuju rumah brian, ya melaksanakan tugas Artnya Tapi di tengah-tengah jalan.   Cekittt cekittt   "Nah loh loh kenapa nih mobil mati mendadak.?" gumam Tata saat tiba tiba saja mobilnya berhenti. Tata pun mencoba menghidupkan kembali mobilnya namun tak kunjung menyala...   "duhh kenapa sih nih mobil.?” gerutu   Tata pun keluar dari mobil dan membuka kap mobil depan seketika asap pun keluar dari dalam kap mobil.   "Uhukkk uhukkk duh kenapa nih mobil.?" ucap tata sambil mengibas-ngibas kan tangannya menghalau asap.   "Mana gue enggak ngerti masalah mesin lagi" Tata bingung apa yang harus dia lakukan.   Tiba-tiba terdengar suara seseorang bertanya.   "kenapa mobilnya.?"tanya seseorang itu.   .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN