Mengagumi

996 Kata
Tata berbalik ke arah suara dan ternyata Stefan, dia berjalan mendekat ke arah Tata untuk memeriksa mesin mobil Tata. "Kenapa mobilnya.?" tanya Stefan. "Eh enggak tau nih gue, tiba-tiba aja nih mobil kayak gini." jawab Tata. Stefan terus mengotak ngatik kap mesin mobil Tata, entah apa yang terjadi dengan mobil kesayangannya ini. "Lo mau balik,? Ayo gue anter, ini mobil harus di benerin ke bengkel" ucap Stefan.   Yah gimana nih...ya udah lah dari pada gue jalan kaki juga batin Tata "Gue enggak ngerepotin Lo kan?" tanya Tata ragu. "Dari pertama kita bertemu juga Lo sudah bikin repot gue, jadi santai aja!" jawab Stefan dengan senyum manisnya. Membuat Tata sedikit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal jika mengingat pertama kali dia bertemu Stefan meskipun tidak langsung, pasti memalukan membeli perlengkapan wanita bukan, Tata membayangkannya saja hampir membuatnya tergelak. Ya dan akhirnya Tata memilih di antar oleh Stefan. "Rumah lo yang mana.?" tanya Stefan sambil menatap ke arah depan. "Oh itu yang depan" jawab Tata. Mereka berhenti di depan rumah bergaya minimalis modern. "Emmzzz rumahnya keliatan nyaman" ucap Stefan. "Oh sebenarnya ini rumah om gue" jawab Tata bohong. karna tidak mungkin dia berterus terang ke Stefan apa yang sebenarnya terjadi bukan. Jadi berbohong jalan yang tepat buat Tata saat ini. "makasih ya Stefan sudah nganteri gue." ucap Tata sambil hendak  membuka pintu mobil, namun sebelum pintu terbuka Stefan menghentikan gerakan Tata. "Tunggu, lo tau nama gue.?bahkan gue belum tau nama lo?" Ouh iya gue bahkan belum kenalan sama dia dari tadi cuman sapaan lo gue saja batin Tata   " Gimana gue enggak tau nama lo, semenjak kepindahan lo ke sekolah, lo itu jadi viral, oh iya nama gue Averta Zuliana" jawab Tata sambil mengulurkan tangannya. "gue Stefan Domani" sambil menyambut uluran tangan Tata "Sekali lagi makasih ya" ucap Tata sambil keluar mobil. .............. Tata melangkah kan kakinya masuk ke dalam pekarangan rumah Brian yang cukup luas, namun saat tiba di depan rumah. Deg Tampak sosok Brian sambil bersandar ke tepi dinding sambil menatap tajam ke arah Tata. Duh Tatapan pak tua itu menusuk banget, kuatkan hati hamba Tuhan agar tidak terbuai dengan sosok pria tua itu Mohon Tata dalam hati. "Jam berapa ini gadis kecil.?" tanya Brian. "Maaf om tadi mobil Tata mogok, jadi agak telat datengnya."cicit Tata Lagian nih pak tua enggak ada kerjaan apa jam segini sudah ada dirumah aja, keliatannya dia orang penting dan sibuk batin Tata. "siapa yang tadi pacarnya.?"tanya Brian "Hah pacar.!!bukan cuman temen" jawab Tata. Tak menggubris ucapan Tata Brian langsung masuk ke dalam rumah. Setelah di dalam rumah "oh iya bikinin aku kopi dan antarkan keruangan kerja ku.!" perintah Brian datar. "Iya om" jawab Tata Brian menatap tajam ke arah Tata saat Tata masih saja memanggilnya dengan sebutan om. "kau bisa memanggil ku kakak Brian.!" "Lebih nyaman panggil om, lagi pula Tata sudah terbiasa” ucap Tata sambil menampilkan deretan gigi putihnya. Brian menghembuskan nafasnya  pasrah dan berjalan ke ruang kerjanya sedangkan Tata ke arah dapur. "Oke mari kita bikin kopi, ouh ya di mana kopinya ya.?" Tata membuka semua lemari mencari kopi. "Nah nih dia ketemu, ouh iya dia suka pait atau manis ya.? Ah bodo amat," Tata pun membuat kopi se suka hatinya Setelah itu berjalan ke ruangan kerja Brian. Duh tuh om-om dalam keadaan apapun tetep karismatik ya, apa lagi kalau sedang memakai kacamata sambil bekerja bikin gereget batin Tata sambil menatap ke arah Brian. "sudah puas mengagumi nya" ucap Brian tanpa mengalihkan pandangannya pada laptop didepan nya. Sontak ucapan Brian membuat Tata terlonjak kaget, dia mengutuk dirinya yang ketahuan diam-diam memperhatikan Brian. Tata meletakan kopi di atas meja. "Om tugas Tata apa lagi nih.?kalau enggak ada Tata mau baca komik saja boleh.?" tanya Tata. Brian menghentikan Tatapannya dari laptop ke arah Tata. "boleh tapi baca komiknya disini" jawab Brian. "Loh kok disini.? kan bisa d ruang tengah om" bantah Tata. "aku tidak mau teriak-teriak memanggilmu jika aku butuh sesuatu" jawab brian tidak ingin di bantah. Dengan pasrah Tata pun menurut, dia mulai masuk ke dunia Komiknya. Beberapa jam berlalu...   Brian mengakhiri pekerjaannya, sambil meregangkan otot-otot nya yang kaku diliriknya Tata yang tengah terlelap sambil memegang komik di tangannya.. Brian pun berjalan menghampiri Tata, Tata tertidur saat membaca komik di atas sofa di ruang kerja Brian... Merepotkan batin Brian.   Di angkat tubuh kecil Tata ala bridal style pelan-pelan agar Tata tidak terbangun, di pindahkannya ke kamar. Setelah sampai di dalam sebuah kamar, perlahan Brian membaringkan tubuh mungil Tata di atas tempa tidur, Brian memperhatikan setiap inci wajah Tata, satu kata yang muncul cantik. Ya Brian tidak menyangkal Tata sangat cantik dengan hidung kecil yang mancung, bulu mata tebal dan indah, kulit yang putih bersih dan bibir yang pink cerah perlahan di usapnya bibir cantik Tata sangat menggoda.   Shitt batin Brian   Perlahan Brian mendekat ke arah Tata di Tatapnya bibir Tata lekat-lekat. Semakin mendekat hingga beberapa inci saja jarak antara Brian dan Tata, Brian terus mengikis jarak antara mereka.. Cup Perlahan dikecupnya bibir Tata namun brian rasa itu tidak cukup perlahan dan sangat pelan dilumatnya bibir Tata... namun tak lama hanya satu lumatan karena Brian takut mengganggu tidur Tata. ................   "Uuuhhhhhhh jam berapa ini.?" racau Tata masih dalam keadaan mata tertutup. Tata menarik selimut yang membungkus tubuhnya, di hirupnya dalam-dalam aroma maskulin yang sudah menjadi kebiasaan barunya beberapa hari ini, tunggu aroma maskulin. Tata langsung membuka kedua matanya dan langsung terduduk di lihatnya sekitar ruangan yang tidak asing... Ya ini adalah kamar si pria tua itu batin Tata. "kenapa gue bisa tidur di sini ya.? perasaan tadi gue baca komik deh diruang kerja tuh om- om." gumam Tata. "sudah bangun, sungguh merepotkan." ucap Brian di ambang pintu. Ups jangan-jangan tuh om-om yang pindahin gue kesini batin Tata. "Maaf om, Tata tidak sengaja ketiduran tadi" cicit Tata. Brian berjalan menghampiri Tata dan duduk di samping tempat tidur. Sebelum Brian mengatakan sesuatu tiba-tiba ponsel Tata berdering.   Drt drt drt.   Tata mengambil ponsel dalam saku nya yang langsung membuat kedua bola mata Tata membulat. "OMG..!!" teriak Tata  membuat Brian mengerutkan keningnya...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN