"OMG" teriak Tata membuat Brian mengerutkan keningnya.
Tata pun langsung mengangkat telepon dari Fero om nya, Tata sadar pasti om nya khawatir karena mengetahui bahwa Tata tidak ada di rumah dan bahkan sekarang sudah jam delapan malam.
"Iya hallo om." jawab Tata.
"........"
"Tata di rumah temen om"
".........."
"Tadi mobil Tata mogok, dan sekarang ada di bengkel jadi Tata pergi ke rumah temen."ucap Tata bohong.
"........."
"Enggak om Tata pulang sekarang ko."
".........."
"Tapi om"
".........."
"Dah om"
Tata pun menghembuskan nafasnya pasrah, Fero menyuruh untuk menginap saja di rumah teman yang Tata maksud, soalnya pembantu dan sopirnya sedang tidak berada di rumah...
Ya tadi Fero mendapatkan telepon dari bi Inah, bahwa dia harus pulang kampung untuk beberapa hari karena ada urusan mendadak, sedangkan sopirnya sudah di liburkan oleh Tata jadi Fero tidak mau Tata sendirian di rumah...
"Om ngapain disini.?" tanya Tata tersadar bahwasanya dari tadi ada Brian yang tengah memperhatikannya.
"Aku..? ini kan kamarku ..jadi tidak ada alasan kau bertanya" jawab Brian.
Tata pun turun dari tempat tidur tanpa menghiraukan ucapan Brian...
Tata berjalan menuruni tangga di ikuti Brian dari belakang, setelah sampai di ruang tengah Tata mengambil tas sekolahnya.
Ouh iya gue telepon Imel dan Ega dulu deh siapa tau mereka mau menampung gue malem ini batin Tata
Tata pun segera menelepon Imel.
"Mel, lo dimana.?"
".........."
"Ouuhhh, enggak gue nanya doang, ya sudah met senang-senang."
"........"
"dah"
Duh Imel lagi ada acara keluarga, Ega...?ah gue lupa tiap weekand dia suka ke rumah neneknya, terus gue nginep dimana dong batin Tata sambil menggigit jari kukunya.
Tanpa Tata sadari Brian sedari tadi masih memperhatikan tingkah lakunya.
"Echheemmmm, kau mau pulang?" tanya Brian.
"i iya om” jawab Tata
Duh gimana nih,masa gue minta tolong buat nginep disini sih, apa gue pulang aja ya, tapi gue takut di rumah sendiri, ah bodo amat gue harus terbiasa di rumah sendiri batin Tata.
Tata pun berjalan ke luar rumah dengan pelan, Tata sebenarnya ragu akan pulang, mobilnya masih di bengkel dan Tata rasa disini tidak ada angkutan umum...
Tiba di teras rumah Tata melihat ke arah belakang sudah tidak ada Brian..
Tata menghembuskan nafas kasar.
"Huuhhh dekat tuh om-om enggak baik buat jantung gue" gumam Tata sambil mengusap dadanya.
"terus sekarang gue gimana...?Aaahhhh bikin frustrasi aja deh"
Tiba tiba pintu belakang terbuka, Tata berbalik dan melihat Brian.
"ada apa. Kenapa belum pulang.?" tanya Brian.
Duhhh gimana nih Tata, sekali ini aja gue minta tolong nih ke pak tua, ayo Tata kau berani batin Tata
"Emmzzz jadi gini om” ucap Tata ragu-ragu.
"Mobil Tata kan mogok disini juga enggak ada kendaraan umum, jadi-"ucapan Tata terpotong.
"jadi kau mintaku untuk mengantarmu pulang.? “potong Brian.
"Bukan begitu om, masalahnya emmzzz di rumah Tata lagi enggak ada siapa-siapa..sopir dan pembantu pada pulang kampung, Tata enggak berani sendirian di rumah" cicit Tata.
"orang tuamu?" tanya Brian.
Seketika pertanyaan Brian membuat Tata kembali teringat orang tuanya.
Apa pertanyaan ku ada yang salah...raut mukanya berubah drastis saat aku menanyakan orang tuanya batin Brian.
"kedua orang tua Tata sudah meninggal om" ucap Tata sambil menunduk dan menahan agar air matanya tidak jatuh.
Brian sempat kaget dengan jawaban Tata, Brian tidak tau jika kedua orang tua Tata sudah tidak ada.
"Ya sudah kau boleh menginap disini" ucap Brian agar Tata tidak sedih lagi dan benar saja Tata langsung mendongak melihat Brian dengan mata berbinar-binar.
"Beneran om.?" tanya Tata
"Ya, asal satu syarat.!" ucap Brian sambil terus berjalan mendekat ke arah Tata, Tata pun mundur ke belakang sampai mentok ke tembok yang ada di belakangnya.
Duhhh mau ngapain nih om om, jantung gue mohon tenang, jangan sampai si pak tua mendengar detak jantung gue batin Tata.
Brian terus mengikis jarak antara mereka dia mendekat kearah telinga Tata...kedua tangan Tata otmatis mengangkat ke arah d**a bidang Brian menjadi penghalang mereka, Tata menutup ke dua matanya Brian terus mendekat dan berbisik.
"jangan panggil aku om, panggil aku Brian" bisik Brian dengan suara seksinya membuat Tata merinding tidak hanya itu yang di lakukan Brian, setelah mengucapkan syarat itu Brian dengan sengaja menggigit daun telinga Tata sontak membuat Tata mencengkeram baju Brian. setelah itu Brian menjauh di lihatnya Tata masih memejamkan mata dengan wajah yang merah padam.
Lucu batin Brian
"bagai mana.?” tanya Brian
"Apa?” tanya Tata