Di khianati calon suami dan Kakak sendiri? Ya ampun! Aku tidak bisa membayangkan betapa hancurnya perasaan, Erin. Lalu apa tadi yang aku dengar? Erin meminjam uang di bank untuk biaya pernikahan mereka atas namanya? Gilaa! Ini sih benar-benar di luar logika. Bisa-bisanya dia berani pinjam uang untuk acara pernikahan yang sudah jelas seharusnya uang itu dari keluarga laki-laki. Ya ampun. Dia bodooh atau gimana sih? Kasihan sekali, bertubi-tubi masalahnya. "Ck ... Ahh! Mengapa aku ikut repot dengan masalahnya?" Aku kembali mendekati jendela, menarik napas dalam-dalam. Semua orang mempunyai masalahnya masing-masing. Semoga saja perempuan itu mampu menghadapinya. Hhh ... Aku kembali mengedarkan pandangan, melihat sekeliling halaman samping rumah. Jarak antara rumah ini dan Bik Umah

