bab 9 - Kelam.

1022 Kata

"Beneran, Yah ..." Kini sorot Aqila menatap lurus kearahku. "Aku mau punya Mamah baru?" Tanyanya lagi. "Eh itu ... ck!" Mataku terpejam rapat beberapa saat, bingung hendak menjawab apa. Jangankan Mamah baru, kenal dekat saja tidak. Oma ada-ada saja nih bercandanya. "Gimana, Yus?" Oma ikut-ikutan bersuara. Aku meringis menggaruk kepala. Setelah menarik napas dan berusaha tersenyum, aku akhirnya mengeluarkan suara. "Tidak sayang ... Ayah tidak begitu kenal sama Anteu itu." Aku menjawab apa adanya. Yah ... bingung juga sih sebenarnya. Tapi, Aqila harus di kasih paham jugakan? "Memang Ayah belum kenalan sama, Anteu?" Dengan polosnya anak itu bertanya. "Be-lum ..." Jawabku ragu. "Eehh ... kenalan dong. Anteu baik kok, Yah. Cantik lagi, Aqila seneng dekat-dekat sama Anteu Erin." cicit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN