Suara petir tiba-tiba saja menggelegar. Membuat kaca rumah itu bergetar. Rani yang kala itu tengah memegang tasbih di tangannya langsung terlonjak kaget. Ia beranjak dari sajadah tempatnya duduk semula kemudian berjalan ke arah jendela. Menyingkap tirai, dan menatap ke arah langit. Gelap, mendung dan agaknya sebentar lagi akan turun hujan. "Mas Bayu ke mana ya? sebentar lagi pasti akan turun hujan," gumam Rani. Gadis itu lantas pergi ke kamar Darminah, mengecek keadaan sang Ibu. Takut kalau-kalau beliau juga merasa kaget karena mendengar suara petir tadi. Begitu membuka pintu kamar Darminah, yang tampak justru wanita paruh baya itu tengah tertidur. Dan hal ini membuat Rani merasa lega. Setelah dari kamar Darminah, Rani lantas bergegas menuju kamar Fajar. Sepasang matanya menyipit, m

