Bayu menggelengkan kepalanya dengan pelan. Ragu-ragu akan niatnya untuk membangunkan Guruh. Tapi karena sudah kepalang tanggung dan telah berada di tempatnya berpijak, tak ada pilihan lain lagi. Lagi pula, kurang baik juga membiarkan kawannya masih tidur di jam segini. Bayu lantas mendekat, kemudian menggoyang-goyangkan tubuh pria di hadapannya yang saat ini masih meringkuk dengan pulas, seraya memanggil, "Guruh ... Bang Guruh. Ayo bangun, Bang. Ini sudah siang, ehm tidak. Ini sudah pagi, maksudku mungkin setengah siang." Panggilan pertama, Guruh tak menggubris dan masih tetap tertidur pulas. Panggilan ke dua, barulah tampak ada pergerakan, Hingga pada panggilan ke tiga, barulah sepasang mata Guruh mengerjap. Pria itu terbangun dengan terkejut dan belum menyadari kalau yang sejak tadi

