"Aduh ya Allah, Bayu! Kamu ini mau membuat jantung Ibu copot! Astagfirullah," ujar wanita paruh baya itu, sambil mengelus d**a. "Astagfirullah, maaf Bu maaf. Bayu cuma agak kaget tadi," balas Bayu dengan tak enak hati. Ia agak sedikit kecewa pada dirinya sendiri. Harusnya rasa keterkejutan Bayu tidak boleh sampai membahayakan orang lain. Untung saja mereka tidak sampai terpental ke sembarang arah. Tapi saat Bayu mendengar Ibu itu pernah melihat Rusmi, maka Bayu spontan saja terkejut. "Sekali lagi maaf ya, Bu. Kita lanjutkan perjalananya lagi ya," kata Bayu sambil kembali melanjukan motornya. Kali ini Bayu kembali maju dengan kecepatan yang tentunya sudah di kurangi. Ia tidak ingin ada kejadian lain lagi yang akan membuat ka dan sang ibu itu melayang. Selain itu, sambil menjalankan ke

