Bab 47

1041 Kata

Setiap kali Bayu membuka mata sebelum Adzan Subuh, hati dan pikirannya hampir tidak pernah menemukan sebuah ketenangan. Ketakutan demi ketakutan datang silih berganti. Dipicu dengan berbagai macam hal yang sudah ia alami selama ini, membuatnya harus tetap waspada. Sedikit saja pria itu lengah, maka seluruh keluarga bahkan orang-orang yang mengenalnya akan berada dalam bahaya. Tok, tok, tok. "Mas ... Mas Bayu bangun, Mas! Sudah mau masuk waktunya Shalat Subuh. Mas," panggil Rani dari balik pintu kamar Bayu. Di dalam sana, Bayu sudah bangun. Ia mengerjap beberapa kali, padahal sudah hampir satu jam lamanya dia terbangun, dan menatap langit-langit kamar. Bayu tidak sadar kalau dia melamun, hingga hampir memasuki waktu Subuh. "Iya, Mas sudah bangun. Tunggu sebentar, Ran!" jawab Bayu dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN