"Arrrkkhhh, pelan-pelan. Jangan pegang pinggangku, sakit!" keluh Fajar. Ia meringis sembari menahan rasa sakit pada sekujur tubuhnya yang babak belur saat ini. Dibantu oleh ke dua kawannya, Fajar melangkah setelah turun dari Motor. "Iya, iya. Aku dan Yuda sudah berusaha untuk berhati-hati. Kau jangan banyak protes!" sahut salah seorang kawan dari Fajar. "Ck ... iya nih. Semakin kamu protes, semakin kita lama ini sampainya!" balas Yuda, satu lagi kawan dari Fajar. "Peganglah di bagian lain, pinggangku rasanya mau patah sekarang!" keluh Fajar lagi Fajar memutar pandangan, jarak langkah mereka menuju pintu rumah Fajar itu hanya tinggal tiga meter. Tapi karena langkahnya yang tertatih, perjalanan mereka yang hanya tiga meter itu malah bertambah jadi tiga kali lipat. Hingga saat akhir

